Ada
dua hukum di dunia ini yang paling mendasar, yaitu hukum identitas dan hukum
kontradiksi. Hukum identitas jika a sama dengan a, atau aku sama dengan aku.
Dan di dunia ini, hukum identitas tidak akan berlaku karena aku tidak akan
pernah sama dengan aku. Saat aku menyebut namaku yang pertama, tidak akan sama
dengan namaku yang disebutkan kedua, karena dilihat dari ruang dan waktu itu
berbeda. Jadi hukum identitas itu rumusnya subjek sama dengan predikat. Itu
tidak akan pernah terjadi, jika terikat ruang dan waktu. Yang benar-benar
subjek sama dengan predikat hanyalah Tuhan. Maka orang tidak akan pernah sama
dengan namanya, hanya Tuhan lah yang bisa menyamai namanya. Yang diucapkan
pertama akan berbeda dengan yang diucapkan kedua. Oleh karena itu, semua
matematika hanya benar saat masih dalam pikiran dan akan salah saat dituliskan,
dan ini hanya berlaku di filsafat.
Karena
hidup ini terikat ruang dan waktu, maka yang berlaku adalah hukum kontradiksi,
yaitu subjek tidak sama dengan predikat. Maka kita tidak akan pernah sama
dengan nama kita. Dengan demikian rumus untuk hukum kontradiksi adalah subjek
tidak sama dengan predikat.
Hukum
identitas dimana subjek sama dengan predikat kemudian dinamakan analitik, ilmu
yang bersifat analitik. Dan dalam matematika, ilmu analitik hanya terdapat
dalam pikiran. Karena yang ditulis, semuanya hanya mengandaikan. Sedangkan
hukum kontradiksi sifatnya adalah sintetik. Oleh karena itu, di dalam logika
sifat pengetahuannya analitik. Nilai kebenarannya diukur saat itu konsisten.
Sehingga matematika benar, saat itu konsisten. Dan juga bersifat apriori,
berpikir untuk kedepannya. Sedangkan di dunia ini, dunia pengalaman yang
terikat ruang dan waktu. Hukum yang berlaku adalah hukum kontradiksi dimana
nilai kebenarannya bersifat korespondensi.
Tiada
seorang filsuf pun yang mengaku dirinya filsuf, akan tetapi orang lain yang
mengakui. Tidak ada orang yang benar-benar menguasai filsafat, akan tetapi
hanya berusaha. Dan dalam berfilsafat harus bisa terjemah dan diterjemahkan.
Dan menerjemahkan bisa diartikan dengan silaturahim, dan silaturahim merupakan
cara yang alami untuk belajar. Dan dalam pembelajaran matematika, guru harus
menjadi fasilitator untuk siswa agar siswa bisa bersilaturahim dengan
matematika.
Romantisme
adalah yang benar itu yang romatis. Dan hidup ini adalah romantisme. Karena di
dalam kehidupan ini ada unsur keindahan dan unsur kasih saying, tetapi ada
unsure yang kuat yaitu unsur Yang Kuasa. Orang yang paling romantic adalah
orang yang paling berkuasa.
Objek pertama dari
filsafat adalah alat sehingga disebut filsafat alat. Dalam filsafat tingkatan
paling tinggi adalah refleksi, dimana di dalamnya terdapat judgment. Dan
tokoh-tokoh dalam filsafat itu yang ada dan mungkin ada. Filsafat itu bersifat
secepat cahaya, misal saat kita memikirkan sesuatu. Karena pikiran akan berubah
dengan sangat cepat. Dan semua yang ada dalam filsafat itu saling berhubungan.
Dan para filsuf merupakan pintu untuk masuk dalam filsafat. Dan filsafat itu
untuk orang dewasa, orang yang sudah cukup pengalaman dan pemikiran. Filsafat
juga terpengaruh ruang dan waktu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar