Kamis, 06 Desember 2012

Hukum Dasar di Dunia


Ada dua hukum di dunia ini yang paling mendasar, yaitu hukum identitas dan hukum kontradiksi. Hukum identitas jika a sama dengan a, atau aku sama dengan aku. Dan di dunia ini, hukum identitas tidak akan berlaku karena aku tidak akan pernah sama dengan aku. Saat aku menyebut namaku yang pertama, tidak akan sama dengan namaku yang disebutkan kedua, karena dilihat dari ruang dan waktu itu berbeda. Jadi hukum identitas itu rumusnya subjek sama dengan predikat. Itu tidak akan pernah terjadi, jika terikat ruang dan waktu. Yang benar-benar subjek sama dengan predikat hanyalah Tuhan. Maka orang tidak akan pernah sama dengan namanya, hanya Tuhan lah yang bisa menyamai namanya. Yang diucapkan pertama akan berbeda dengan yang diucapkan kedua. Oleh karena itu, semua matematika hanya benar saat masih dalam pikiran dan akan salah saat dituliskan, dan ini hanya berlaku di filsafat.
Karena hidup ini terikat ruang dan waktu, maka yang berlaku adalah hukum kontradiksi, yaitu subjek tidak sama dengan predikat. Maka kita tidak akan pernah sama dengan nama kita. Dengan demikian rumus untuk hukum kontradiksi adalah subjek tidak sama dengan predikat.
Hukum identitas dimana subjek sama dengan predikat kemudian dinamakan analitik, ilmu yang bersifat analitik. Dan dalam matematika, ilmu analitik hanya terdapat dalam pikiran. Karena yang ditulis, semuanya hanya mengandaikan. Sedangkan hukum kontradiksi sifatnya adalah sintetik. Oleh karena itu, di dalam logika sifat pengetahuannya analitik. Nilai kebenarannya diukur saat itu konsisten. Sehingga matematika benar, saat itu konsisten. Dan juga bersifat apriori, berpikir untuk kedepannya. Sedangkan di dunia ini, dunia pengalaman yang terikat ruang dan waktu. Hukum yang berlaku adalah hukum kontradiksi dimana nilai kebenarannya bersifat korespondensi.
Tiada seorang filsuf pun yang mengaku dirinya filsuf, akan tetapi orang lain yang mengakui. Tidak ada orang yang benar-benar menguasai filsafat, akan tetapi hanya berusaha. Dan dalam berfilsafat harus bisa terjemah dan diterjemahkan. Dan menerjemahkan bisa diartikan dengan silaturahim, dan silaturahim merupakan cara yang alami untuk belajar. Dan dalam pembelajaran matematika, guru harus menjadi fasilitator untuk siswa agar siswa bisa bersilaturahim dengan matematika.
Romantisme adalah yang benar itu yang romatis. Dan hidup ini adalah romantisme. Karena di dalam kehidupan ini ada unsur keindahan dan unsur kasih saying, tetapi ada unsure yang kuat yaitu unsur Yang Kuasa. Orang yang paling romantic adalah orang yang paling berkuasa.
Objek pertama dari filsafat adalah alat sehingga disebut filsafat alat. Dalam filsafat tingkatan paling tinggi adalah refleksi, dimana di dalamnya terdapat judgment. Dan tokoh-tokoh dalam filsafat itu yang ada dan mungkin ada. Filsafat itu bersifat secepat cahaya, misal saat kita memikirkan sesuatu. Karena pikiran akan berubah dengan sangat cepat. Dan semua yang ada dalam filsafat itu saling berhubungan. Dan para filsuf merupakan pintu untuk masuk dalam filsafat. Dan filsafat itu untuk orang dewasa, orang yang sudah cukup pengalaman dan pemikiran. Filsafat juga terpengaruh ruang dan waktu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar