Kamis, 22 September 2011

INOVASI PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN GAIRAH SISWA DALAM BELAJAR

Disampaikan pada Seminar Pendidikan dalam rangka Open House Sekolah
Dasar Islam Terpadu Hidayatullah, Yogyakarta 21 Maret 2004
By : Drs Marsigit MA

Reviewed by Uswatun Khasanah (uswatun2591.blogspot.com)
Sometimes student feels bored by explainition of teacher because monoton, giving duty, and give test. Teacher have to innovate the method of teaching so that students do not bored and enjoy in following the lesson.
Each student has difficulties learning and different portions on their learning needs causes the teacher difficult to doing learning innovation because the diversity of learning innovation, on the other hand found the fact that it is not easy for educators to change the style of teaching. While we are required, as educators, to constantly adjust our teaching methods in accordance with the demands of changing times. Many different views of how learning should be implemented and the views of how to teach. On the promotion of  innovation learning, it is recommended that at every level of education, learning should provide opportunities for teachers to use the choice of teaching methods that are tailored to student ability levels. Sometimes teachers are confused by the many views on when the teacher  want to innovate learning. If teachers are required to innovate learning, he should be part of a system that promotes innovation as well. Given the teachers in organizing learning most often use the textbook as a reference, then so too can be an obstacle for its innovation efforts; further he stated that even if the teacher had intended to make innovations, such things may not be realized when policymakers do not provide opportunities for it. Some view of the above shows how the variant of potential disagreement starting point for the start of educational innovation.
Teachers can bring innovation to stimulate student learning, there are some concepts that need to be understood, includes comprehension about the the essence of each science, the nature of the subject students, and changes in attitude and implementation associated with the change of paradigm.
There are three aspect essence of the subject students cognitive, affective, and psychomotor. According to the cognitive aspect, it is assumed the characteristics of the students are, students will learn if they have the motivation, students learn in their own way, students learn both independently and in collaboration with a friend, students need a context and situations vary in their learning. According to the affective aspect, the attitude of an individual is  readiness to react so relatively fixed dispositions that have been in have through experience that took place on a regular basis and direction. According to the psychomotor aspects, aspects of motor skills (performance) also have a role that is not less important to know the students' skills in solving problems.

PROMOTING LESSON STUDY IN INDONESIA: A Case of Primary and Secondary Mathematics and Science Teaching

To be Presented at 
Workshop and International Symposium:
LessonStudy Pembelajaran Matematika dan Penjas Adapted Untuk
Anak Berkebutuhan Khusus, Faculty of Education (FIP), 
Yogyakarta State University
23 – 25 August 2008 
By
Marsigit 
Department of Mathematics Education, Faculty of
Mathematics and Science, Yogyakarta State University

Reviewed by Uswatun Khasanah (uswatun2591.blogspot.com)

Saat ini, banyak guru yang berparadigma bahwa proses belajar mengajar di kelas hanya transfer ilmu pengetahuan, bukan membangun ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, perlu adanya perubahan paradigma bahwa proses belajar mengajar bukan hanya mentransfer ilmu pengetahuan melainkan membangunnya, proses belajar mengajar bukan terpusat pada guru melainkan pada siswa. Sehingga perlu adanya pengembangan metode pembelajaran, bagaimana guru mengajar, bagaimana aktivitas siswa dalam kelas untuk meningkatkan prestasi siswa. Untuk mengembangkan pengalamannya, guru perlu berpartisipasi dalam seminar dan workshop. Dengan pengalaman yang semakin banyak, seorang guru akan lebih mudah untuk mengembangkan cara mengajarnya sehingga proses belajar mengajar menjadi lebih menarik dan memotivasi siswa.
Metode yang dapat digunakan salah satunya adalah lesson study, dengan menggunakan metode ini proses  pembelajaran akan lebih efektif dan efisien. Siswa akan merasa lebih santai, akan tetapi materi yang disampaikan dapat dipahami oleh siswa. Selain itu, metode ini akan lebih mengembangkan kemampuan yang dimiliki oleh siswa dan memberikan peluang kepada siswa untuk mengembangkan kemampuannya itu sendiri. Metode ini dapat dilakukan, dengan membentuk kelompok-kelompok diskusi dalam kelas. Setiap kelompok mempresentasikannya di depan kelas sehingga siswa akan bertukar pengetahuan. Hal ini memungkinkan siswa untuk lebih banyak mendapat pengalaman dan pengetahuan dari kelompok lain.

KEGIATAN PENELITIAN SEBAGI USAHA UNTUK MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU MATEMATIKA

Dipresentasikan Pada Seminar Nasional
PENELITIAN, PENDIDIKAN DAN PENERAPAN MIPA
FMIPA UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
30 Mei 2008
Oleh:
Dr. Marsigit
Jurusan Pendidikan Matematika, 
FMIPA Universias Negeri Yogyakarta

Reviewed by Uswatun Khasanah (uswatun2591.blogspot.com)

Teacher or candidate learn mathematics to a researcher earn designedly perform a change in study of mathematics in school by conducting various experiment. Experiment can be done with variable manipulation which earn to be measured quantitatively so that can look for among various variable learn to teach mathematics. Quantitative research have the character of neutral and only checking symptoms able to perceive and measured with valid instrument and reliabel. Knowledge viewed as very influenced by social factor history, and values. Research shall be conducted in fair situation or in context which is taken data and natural require to pay attention data qualitative. Thereby approach of research qualitative at education of mathematics intrinsically is perception to process learn mathematics in environment learn mathematics  have, interaction with him, trying to comprehend Ianguage and its its about learning mathematics. Situation and effort express phenomenon study of mathematics can be depicted  with circle of hermenitik. In general terms there are two kinds of hermenitic in research of education mathematics, realistc hermeneutic and deconstructive hermenitic.
Space research of education of mathematics can come from existence of motivation by researcher to conduct renewal of education of mathematics; where realized by innovation education of mathematics can stem to conceptual factors, value, pragmatic, empirik and also is political. Evaluated from practice study of mathematics hence at least there are two primary factor that is practice study of factor and itself assess or value.
Student study mathematics either through self-supporting and also to its friend, which have implication to teacher require to: give opportunity learn in group to train cooperation, giving opportunity learn by clasical to give opportunity changing over each other idea, giving opportunity to student to conduct its activity self-supportingly, entangling student in decision making about activity which will do of, and teach how to study mathematics. By research of education of mathematics we earn to know the existence of difference individual or group of people in studying mathematics, we earn to determine to domicile student in group, can compare result learn between group.

LESSON STUDY: Promoting Student Thinking on the Concept of Least Common Multiple (LCM)Through Realistic Approach in the 4th Grade of Primary

To Be Presented at APEC Sapporo International Seminar
By
Marsigit,
Atmini Dhoruri,
Sugiman,
Ali Mahmudi
The State University of Yogyakarta,
Indonesia

Reviewed by Uswatun Khasanah (uswatun2591.blogspot.com)

 Saat belajar matematika, siswa SD belum bisa berpikir secara abstrak sehingga mereka butuh contoh langsung dari sekitar mereka. Untuk itu, dalam pembelajaran matematika di SD seorang guru harus bisa mengambil contoh dari lingkungan sekitar mereka. Karena tujuan dari mempelajari matematika adalah untuk memahami konsep dan mengaplikasikannya dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi. Agar siswa lebih mudah dalam memahami konsep, siswa harus menemukan caranya sendiri sehingga akan lebih mengena. Dengan demikian siswa akan dapat mengembangkan cara berpikirnya dalam memecahkan masalah, dalam menyampaikan ide dan berpikir lebih matematis.
Sebagai contohnya konsep tentang Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK). Guru dapat memberikan contoh soal dengan menggunakan kegiatan sehari-hari. Dalam hal ini siswa juga dapat menyelesaikan permasalahan ini dengan berbagai cara. Dengan cara regular yaitu menambahkan secara berulang, atau dengan menentukan persekutuannya.
Dengan menggunakan caranya sendiri dalam menemukan konsep, siswa akan lebih paham. Selain itu pembelajaran akan lebih bermakna, siswa dapat menghubungkan pengetahuan yang telah dimilikinya dengan pengetahuan yang baru dia dapat. Selain itu, siswa akan lebih aktif dalam kelas sehingga kelas tidak hanya didominasi oleh guru, selain itu siswa juga dapat meningkatkan interaksinya dengan siswa lain. Karena itu menjadi hal yang penting dalam upaya meningkatkan kemampuan siswa dalam bersosialisasi.

Kamis, 15 September 2011

“ PERSOALAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH”

 Disampaikan pada Simposium Guru
“Pengembangan Profesional dan Kompetensi Guru
Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan SLTP”
11-15 Nopember 2002
DI
Hotel sahid Yogyakarta 
Oleh :
M a r s i g i t 
Dosen pada Jurusan Pendidikan Matematika
FMIPA UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

Reviewed by Uswatun Khasanah (uswatun2591.blogspot.com)

Mostly mathematics teacher still implementation study of traditional mathematics, that is study mathematics by reliing on single method of ekspository with explaining, giving a lead, raising question and give duty by clasical. With this method mathematics teacher facing some difficulty in serving various requirement of student, to increase the achievement of student, pushing student to learn actively , using and developing appliance physic of mathematics, pushing student learn passing cooperation.
Development of model study of mathematics through research action to overcome difficultys of teacher to student give positive impact, but in its execution experience of technical good resistance, academic, and also sosio-cultural. Difficulty of akademic learn in developing study method is not yet according to perception learn about model study of mathematics with meaning model pembelaaran as according to theory which is mould.
In developing its study method, teacher suggested to planning environment learn mathematics, planning activity of mathematics, developing role of teacher, lead the time to whom and when do activity mathematics with student, perceiving activity of student, evaluating ownself, assessing congeniality, process, skilledly, result and fact, and assessing result and monitor progress of student.
Suggestion to School among others, creating atmosphere which is condusif so that the teacher can develop the creativity in developing model study , pushing source variety and method study, pushing student and teacher so that combing self-supporting and  developing ethics and also attitude.
Suggestion to government such as giving opportunity to school to developing study programs according to with characteristic go to school and society , conducting education system restructuring system developed to education can permeate aspiration.

Rabu, 14 September 2011

DEVELOPING MATHEMATICS EDUCATION IN INDONESIA


Presented at
The DSME Seminar of Mathematics Education 
Department of Mathematics and Science Education
Faculty of Education, University of Melbourne
May 28, 2004

By Marsigit
Faculty of Mathematics and Science, 
the State University of Yogyakarta, Indonesia

reviewed by Uswatun Khasanah (uswatun2591.blogspot.com)

Tujuan sistem pendidikan meliputi menambah ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, mengembangkan kecerdasan/inteligen dan ketrampilan individu, mengembangkan sikap kepercayaan diri, memastikan bahwa semua anak-anak mendapat pengajaran.  Karena pentingnya tujuan sistem pendidikan sehingga menjadi prioritas untuk memperluas peningkatan dan peluang mutu pendidikan dasar, dan untuk menerapkan perluasan tentang pendidikan dasar wajib, yaitu pendidikan 6 sampai 9 tahun. Maka sejak tahun 1993, muncul tema tentang pengembangan bidang pendidikan yang meliputi peningkatan mutu, peningkatan keterkaitan dan efisiensi.

 Sekarang ini prestasi belajar matematika dan pendidikan ilmu pengetahuan alam di Indonesia diindikasikan rendah, hal ini ditandai oleh hasil Ujian Nasioal ( EBTANAS) tiap-tiap tahun di Sekolah Menengah. Penguasaan anak pada konsep Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam masih rendah. Hal ini mungkin terjadi karena kurangnya aktivitas laboratorium,  guru yang tidak terlalu menguasai materi , banyaknya materi yang harus dikuasai dan kurangnya peralatan laboratorium yang memadai. Hasil studi juga menunjukkan bahwa antara sasaran pendidikan, hasil, kurikulum, dan sistem evaluasi tidak sepadan. Masalah utama yang dihadapi oleh guru Sekolah menengah seperti mereka yang mendaftar ke LPTK mempunyai potensi rendah secara akademis sehinga yang dihasilkan LPTK juga bermutu rendah.
Badan pendidikan mencari model pembelajaran dari negara-negara lain untuk memperoleh kesempatan untuk merundingkan dan mengembangkan pengembangan kurikulum yang meliputi buku, materi pengajaran, metode pengajaran dan rancangan pembelajaran, memperkaya pengalaman dari para pendidik matematika dan ilmu pengetahuan alam, memperbaiki kualitas pembelajaran dan laboratorium, menyelesaikan permasalahan pembelajaran matematika dan ilmu pengetahuan alam di sekolah, menyarankan cara memperbaiki pendidikan matematika dan ilmu pengetahuan alam dan bertemu perkumpulan tentang pendidikan matematika dan ilmu pengetahuan alam yang baik.
Untuk menambah pengalaman badan pendidikan dapat melakukan kegiatan diantaranya, melaksanakan seminar dan tempat kerja, pelaksanaan aktivitas riset, penerbitan dan berbagi hasil pengalaman atau jurnal, membuat jaringan antar institusi atau negara-negara. Untuk meningkatkan pendidikan hal kita yang perlu dipertimbangkan antara lain sebagai berikut, rata-rata kemampuan guru dan mutu kelas tinggi, menggunakan metode yang tepat dalam pembelajaran, lingkungan pendidikan yang homogen, guru yang rajin, persamaan prinsip, guru memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi, perbaikan kualitas guru dan pertukaran guru dari sekolah negeri ke sekolah lain.

DEVELOPING SCHOOL-BASED CURRICULUM FOR JUNIOR HIGH SCHOOL MATHEMATICS IN INDONESIA


By 
Marsigit
Faculty of Mathematics and Science, the State University of Yogyakarta, Indonesia

Reviewed by Uswatun Khasanah (uswatun2591.blogspot.com)

Masyarakat Indonesia sekarang ini mengalami perubahan secara dinamis dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam aspek pendidikan. Isu pendidikan yang sedang banyak dibicarakan terkait kurikulum. Dalam menanggapi isu terakhir tentang pendidikan, pemerintah Indonesia mengambil tindakan dengan menerapkan kurikulum  yang baru “ kurikulum berdasarkan sekolah” untuk pendidikan sekunder dan utama yang secara efektif mulai diterapkan tahun akademik 2006/2007. Dalam kebijakan ini tersirat beberapa aspek diantaranya program otonomi bidang pendidikan, pengembangan silabus,peningkatan
Kemampuan guru, fasilitas belajar, penganggaran bidang pendidikan, memberdayakan masyarakat, sistem evaluasi dan jaminan kualitas. Pada masa awal pensosialisasian kurikulum ini, selalu ada suatu program untuk menjelaskan secara masuk akal, latar belakang filosofis, dan metode untuk mengembangkan silabus. Kurikulum 1994 ditandai dengan 80% muatannya bersifat nasional, sisanya muatan dari sekolah dan uji coba, sedangkan kurikulum yang baru ditandai dengan 80% muatannya berdasarkan sekolah masing-masing.
Kurikulum berdasarkan sekolah ini dapat menjadi titik awal untuk para guru matematika di Indonesia untuk refleksi diri dan mengubah paradigma mereka cara mengajar. Hal ini mendorong para guru untuk mengevaluasi kelemahan dan kelebihan dari  kedua kurikulum yang berbeda  tersebut untuk membuat pilihan dan, ketika perlu, harus disiapkan untuk belajar ketrampilan baru untuk meningkatkan minat pengajaran matematika yang efektif. Melalui kurikulum baru ini , para guru harus mampu mengenali individu anak-anak dan ketrampilan anak-anak bertukar pikiran sangat diperlukan di dalam kelas sehingga guru tau kemampuan anak di dalam kelas. Dengan hal ini dapat meningkatkan kemampuan praktek mereka di kelas; yang dapat membantu guru memaksimalkan efek penerapan kurikulum ini. Ini juga memberi kesempatan kepada pejabat pendidikan di Indonesia untuk mengukur seberapa jauh implementasi kurikulum ini di kelas. Pengawasan implementasi kurikulum berdasarkan sekolah ini menunjukkan bahwa ada faktor dari para siswa, para guru dan masyarakat yang belum secara optimal mendukung kurikulum baru ini. Hasil evaluasi implementasi kurikulum baru ini mengajar kita bahwa ketika kita menerapkan kurikulum yang berkesinambungan, kita harus selalu melakukakan peningkatan. Untuk meningkatkan mutu pendidikan matematika, pemerintah pusat harus melakukan beberapa hal, antara lain dengan menggambarkan kembali peran guru yaitu memudahkan siswa dalam belajar, mendukung pengembangan para guru yang profesional dengan mengikutkan para guru dalam karya ilmiah, pertemuan-pertemuan dan pelatihan, menggambarkan kembali peran sekolah yaitu mempromosikan manajemen school-based, menggambarkan kembali peran pengawas yaitu. mereka harus mempunyai latar belakang yang sama dengan para guru yang mampu melakukan pengawasan akademis, mempromosikan kerja sama antara sekolah dan universitas, menggambarkan kembali sistema evaluasi nasional.

PEMANFAATAN VIDEO TAPE RECORDER (VTR) UNTUK PEGEMBANGAN MATEMATIKA REALISTIK DI SMP


 Di sampaikan pada
Workshop Nasional Pembelajaran PMRI Untuk SMP/MTs
Di Hotel Inna Garuda
Yogyakarta
13 sd 15 Nopember 2009
 
Oleh
 
Dr. Marsigit, M.A.

Jurusan Pendidikan Matematika,
FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta

Reviewed by Uswatun Khasanah (http://uswatun2591.blogspot.com)

We know that Mathematics of Realistic emphasize to  construction of concret objects as starting points for student to get concept of mathematics. Concret objects and object of environmental can be used as context study of mathematics in developing relevant of mathematics through social interaction. Concret objects manipulatied by  student to support student in matemation process from concert form to abstract. Student require to give opportunity so that they can constructing and resulting mathematics by themselves Ianguage and ways. Therefore, needed activity of reflection to social activity so that earn happened confronting and reinforcement between discussion fundamental in structure of understanding of mathematics.
Effort of teacher to get ideas about concret objects and environmental objects able to be used to developing the context study of mathematics related to social interaction. Study and analysis about studying mathematics which have recorded into Video Tape of Recorder ( VTR) is one way  that able to be done by teacher.
By doing analysis and observation at VTR about study of mathematics where have been recorded by teacher which have executed study of mathematics with approach of realistic, hence other teacher can test and look for alternative development to obtaining of idea or concept about concret objects and environmental objects can be used as context study of mathematics  in developing relevant of mathematics through social interaction.
By using VTR study of mathematics with approach of realistic can give the following benefit such as, teacher get the opportunity to explore and reflect concepts study of mathematics of realistic, to change over experience with other teacher  about development of study of mathematics of realistic, to reflect preparation and development of process teaching learning mathematics in Junior High School as according to principles of PMRI, and to reflect development of activity asesment for process learn to teach mathematics in Junior High School as according to principles of PMRI.