To be Presented at
Workshop and International Symposium:
LessonStudy Pembelajaran Matematika dan Penjas Adapted Untuk
Anak Berkebutuhan Khusus, Faculty of Education (FIP),
Yogyakarta State University
23 – 25 August 2008
By
Marsigit
Department of Mathematics Education, Faculty of
Mathematics and Science, Yogyakarta State University
Reviewed by Uswatun Khasanah (uswatun2591.blogspot.com)
Saat ini, banyak guru yang berparadigma bahwa proses belajar mengajar di kelas hanya transfer ilmu pengetahuan, bukan membangun ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, perlu adanya perubahan paradigma bahwa proses belajar mengajar bukan hanya mentransfer ilmu pengetahuan melainkan membangunnya, proses belajar mengajar bukan terpusat pada guru melainkan pada siswa. Sehingga perlu adanya pengembangan metode pembelajaran, bagaimana guru mengajar, bagaimana aktivitas siswa dalam kelas untuk meningkatkan prestasi siswa. Untuk mengembangkan pengalamannya, guru perlu berpartisipasi dalam seminar dan workshop. Dengan pengalaman yang semakin banyak, seorang guru akan lebih mudah untuk mengembangkan cara mengajarnya sehingga proses belajar mengajar menjadi lebih menarik dan memotivasi siswa.
Metode yang dapat digunakan salah satunya adalah lesson study, dengan menggunakan metode ini proses pembelajaran akan lebih efektif dan efisien. Siswa akan merasa lebih santai, akan tetapi materi yang disampaikan dapat dipahami oleh siswa. Selain itu, metode ini akan lebih mengembangkan kemampuan yang dimiliki oleh siswa dan memberikan peluang kepada siswa untuk mengembangkan kemampuannya itu sendiri. Metode ini dapat dilakukan, dengan membentuk kelompok-kelompok diskusi dalam kelas. Setiap kelompok mempresentasikannya di depan kelas sehingga siswa akan bertukar pengetahuan. Hal ini memungkinkan siswa untuk lebih banyak mendapat pengalaman dan pengetahuan dari kelompok lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar